Thursday, February 9, 2017

Suaramu Pengobat Rinduku

6 comments
Suaramu Pengobat Rinduku


"Hai, lagi ngapain sayang?"

"Lagi ngetik!"

"Ngetik apa sih?"

"Ngetik buat post di blog!"

"Woy, stop dulu sih ngetiknya, aku kangen."

"Apa hubungannya woy?!"

"Ya adalah, aku mau telpon kamu sayaaaaaaaang!!!!"

"Eh itu pasukan 'a' datang!"

"Terserah! Pokoknya aku mau telpon sekarang! Angkat telponmu!"

"Eh enak aja bolehnya maksa, moh!"

"Ayolah pliiiiiiis, angkat ya ..., aku kangen beneran nih!"

"Wani piro?!"

"Hehehe, sampean ..., sebutkan aku ora wedi..."

"Heh! Nantangin nih?!"

Tut ... Tut ...Tut .. Yes akhirnya Roy langsung menghubungi Ria lewat ponselnya. Si Roy sudah tahu kalau Ria sudah bersedia di hubungi lewat telponnya. Walau ada kalimat sanggahan dari Ria, itu sekedar candaan saja.

"Assallamuallaikum."

"Waallaikumsalam."

"Apa kabar?"

"Alhamdulillah baik, ada apa?"

"Cuma pengen telpon aja, suaramu pengobat rinduku, hehe ..."

"Halah ..., gombaaaaal."

Sekedar mendengar suara Ria saja sudah cukup bagi Roy untuk melepas rasa kangennya pada Ria. Hubungan Roy dan Ria yang berawal dari saling komentar di blog sungguh di luar dugaan bisa saling suka dan saling merindukan.

Sudah enam bulan berjalan hubungan asmara lewat dunia maya mereka jalani. Selama itu pula Roy dan Ria hanya berhubungan lewat telpon. Tidak ada janji untuk saling jumpa hanya saling menasehati dan saling memberi semangat lewat telpon.

"Semangat banget ngepost di blog?"

"Iya aku senang, hidupku terasa lebih menyenangkan kalau berhasil menerbitkan tulisan."

"Ya aku mendukungmu."

"Hehe, terima kasih."

"Cuma itu."

"Emang harus gimana?"

"Nggak tahu."

"Oh yo wes!"

Roy yang banyak tahu tentang dunia blog menjadi tempat Ria bertanya banyak hal-hal yang tidak diketahuinya. Roy tentunya dengan senang hati berbagi ilmunya pada Ria.

"Allaaahu akbar ..., allaaahu akbar."

"Sudah azan zuhur ya?"

"Ya yank, di sana belum ya?"

"Belum, mungkin sebentar lagi, ya udah of dulu mas, shalat zuhur dulu ya ..."

"Iya yank, sampean shalat juga ya!"

"Iya mas."

"Dah ya, assallamuallaikum."

"Waallaikumsallam."

Percakapan lewat telpon di tutup. Meski tidak pernah tahu apa akhir dari hubungan asmara di dunia maya ini, tapi disepakati saja untuk dijalani. Karena sampai saat ini semua berjalan dengan baik tanpa melanggar privasi masing-masing.

Hari ini enam bulan empat hari Roy dan Ria menjalin hubungan, selama enam bulan lebih hubungan kedua insan anak manusia ini bisa dibilang baik-baik saja. Mereka saling percaya dan saling menyayangi, meskipun terkadang ada pertengkaran kecil tetapi mereka berdua segera baikan.

Ya., memang wajar dalam dunia percintaan itu gak semulus dan sehalus jalan tol, banyak rintangan-rintangan yang harus dilewati Roy dan Ria selama enam bulan empat hari mereka menjalin hubungan asmara.

Hari ini cuaca langit di kampung Roy begitu gelap, awan hitam pekat hampir menutupi semua atap langit dimana Roy ini menginjakan kakinya. Sungguh diluar dugaan, entah mimpi apa yang sedang dialami Roy tadi malam, pagi ini Roy begitu senang dan bersemangat saat membaca pesan inbok Facebook akun miliknya Ria yang tak lain adalah kekasihnya.

"Assalamu'alaikum., pagi Mas?"

"Wa'alaikumsalam, pagi juga sayang?"

"Sudah ngopi Mas? Tapi maaf aku cuma bikin satu cangkir saja kopinya, si mas beli sendiri saja di warung deket rumah aja ya? hehe.."

"Belum yank.! Sebentar lagi beresin ini dulu".

"Oh iya! Aku kok enggak sekalian sampean bikinin kopi tho yank? Tega banget dirimu.,hehe"

"Si Mas jauh sih.! Belum nyampai ke rumah Mas, keburu dingin kopinya"

"Ya udah enggak papa yank, nanti aku beli sendiri kopinya. hari ini sampean ada acara apa yank?"

Bersambung...


Quate : Siapapun pandai menghayati cinta , tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata , sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan

If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

6 comments:

  1. Wah, post ini sepertinya ada terkait dengan postingan tetangga sebelah. Soalnya intinya sama sih.. Hehe

    Semoga kelanjutannya bahagia. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah rahasia sutradaranya bocor nih.! hehe..

      Delete
  2. ya udah minta di kirim aja kopinya, belum tahu ya kopi dingin itu lebih nikmat rasanya

    aku sih terbiasa minum kopi dingin
    hehe ,,,,
    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. kopi dinginnya buat aku aja, sampean yang kopi hangatnya.. haha

      Delete
  3. Mas Roy ngopi bareng aku aja ya. Di tempat kemarin itu lho... Sekalian nyari gratisan wifi. Hakhakhak

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampean kurangen kopi toh kurangen wifi tho mas.. haha

      Delete